Tuesday, December 8, 2009

Perjalanan Menarik



Cuaca sangat cerah sedikit panas di kota kendari, pekerjaan sedikit ada kemajuan biarpun masih banyak yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Perjalanan menuju Bau-bau kali ini bersama owner dan konsultan menggunakan jasa kapal Sagori Ekspress dengan kapasitas 150 penumpang yang ditempuh dalam waktu 4-5 jam. Ada 2 kali keberangkatan, pagi jam 06.30 wita dan 12.30 wita. Perjalanan hari ini sangat padat, kebanyakan dari pertambangan dan Dinas/Instansi, beberapa hal yang menarik dalam perjalanan adalah view perbukitan, laut/teluk lepas, dan pulau-pulai kecil yang minim penduduk bisa terlihat dari dekat. Ada kejadian menarik yang sedikit menggelitik, yaitu para pedagang yang rata-rata ibu-ibu terbawa kapal. Pada saat kapal berhenti naikkan penumpang ibu-ibu penjual makanan banyak yang menjajakan dagangannya di dalam kapal. Beberapa saat kemudian kapal bunyikan klakson, tetapi para pedagang masih asyik melayani pembeli, mungkin juga tidak mendengar bunyi klakson, selang beberapa menit kapal mulai berjalan, para pedagang pada berlarian menuju pintu keluar, tetapi sudah tidak mungkin akan loncat, karena sudah lepas dari dermaga. Para pedagang yang terbawa ada yang senang ada jg yang sedikit berkaca-kaca matanya, yang senang rata2 mereka belum pernah ke bau-bau " refresing.. gak tahu mau nanti tidur dimana " katanya dan tidak punya momongan anak kedengaranya begitu, yang sedih karena ada yang masih punya anak kecil, motornya masih diparkir dipelabuhan, ada jg yang baru pertama kali berdagang di kapal, dan macam2 lg. Tetapi kesedihan itu hanya sesaat kira2 10 menit, mereka sedikit agak tenang karena ada beberapa yang bisa hubungi keluarga biarpun HP nya dikasih pinjam sama penumpang. Selanjutnya para pedagang ini menjajakan dagangannya kembali dan banyak penumpang yang simpati. akhirnya habislah barang dagangannya. Satu Jam 30 menit setelah lepas dari pelabuhan kendari, disini benar2 melihat lautan yang lepas, hanya garis lurus saja yang terlihat pada sisi timur dengan warna biru yang sangat cerah, disisi barat bisa melihat pulau2 dengan jarak kurang lebih 1 km, dan sesekali lewat perahu nelayan. Sebelum sampai di kota Bau-bau kapal sandar di pelabuhan Raha untuk naik dan menurunkan penumpang. Di pelabuhan Raha ini banyak pedagang jg yang menjajakan makanan khas, namanya Gogos. Makanan ini terbuat dari beras ketan merah yang dimasak dengan sistem pemanggangan/dibakar dengan bungkus daun pisang. Kalau rasanya sudah tidah perlu diragukan lagi dijamin mantapss.. apalagi yang belum sempat makan siang. Kebanyakan penjual di Raha adlah anak-anak, yah.. sekitar 10 - 15 thn. Tetapi kalau diperhatikan mereka sangat mandiri. selang 20 menit kapal kembali berangkat menuju Pelabuhan Bau-bau yang ditempuh kurang lebih 1.5 s/d 2 jam dari pelabuhan raha. 15 menit sebelum sampai, pemandangan matahari terbenam kembali bisa dilihat dengan panorama orange yang menakjubkan. Dari perjalanan ini banyak hukmah & pengalaman yang bisa di petik... yah.. hitung2 sedikit refresing.. terlepas dari perjalanan tadi, sampai di Bau-bau kembali dihadapkan pekerjaan yang masih perlu pemikiran yang benar-benar serius dan harus memenuhi target.. Akankah TERCAPAI...??? Diluar teknis hanya kepada Allah SWT mohon petunjuk untuk mencapainya.... Amiin.