Wednesday, December 19, 2012

SANDBLASTING & COATING

Hanya sebagai pengingat waktu bekerja pada Barge Loading Conveyor System Project Meulaboh - Aceh Barat. Pengalaman yang baik dalam menangani mobilisasi dan proses handling Steel Pipe Pile. Mobilisasi dari Jakarta via laut sampai di Medan dan dilanjutkan via darat. Steel Pipe dengan Dia. 600 mm tebal 16 mm, jumlah 180 Pipe, yang akan digunakan untuk pemancangan trestle onshore. Proses handling dilakukan beberapa kali mengakibatkan cacat pada pipa terutama pada joint spiral. Secara kuantitas luasan yang harus di repair adalah 162 m2 dari total 4.069 m2 (180 EA). 
Blasting yaitu proses pembersihan permukaan material dengan cara menggunakan butiran-butiran steel grit dan steel shot ataupun pasir kering yang disemburkan dengan tekanan udara yang sangat kuat sehingga menghilangkan lapisan material yang paling luar, termasuk karat dan mill scale.

Pipa yang sudah diproses Blasting harus segera diproses Applikasi, karena pipa yang sudah di proses Blasting ini mempunyai batasan waktu untuk diproses Applikasi. Selang waktu yang diperbolehkan untuk diproses Applikiasi yaitu tidak boleh lebih dari 3 jam. Karena kalau lebih dari 3 jam, maka banyak debu yang akan menempel pada permukaan pipa, dan uap airpun juga akan menempel pada permukaan pipa, karena temperatur pipa sudah turun menyamai temperatur ambeient (temperatur ruangan).

COATING / PAINTING



Finishing yaitu proses coating epoxy yang terakhir, yaitu proses inspeksi hasil applikasi ketika epoxy sudah kering. Pada proses ini ada proses coating repair yaitu proses perbaikan coating epoxy pada bagian - bagian yang cacat.



Pada Finishing ini dilakukan beberapa inspeksi, diantaranya yaitu: 

Dry Film Thickness (DFT) yaitu ketebalan lapisan epoxy yang telah diapplikasikan kepada pipa setelah kering. Disini perlu diinspeksi karena pengukuran ketika epoxy masih dalam keadaan basah tidak 100 persen akurat, Untuk itulah perlu kita chek Coating Thickness setelah kering. Untuk mengetahui Dry Film Thickness tersebut kita memerlukan alat bantu yang disebut dengan Coating Thickness Gauge. Jika ketebalan lapisan Epoxy sudah OK, maka akan kita lakukan inspeksi tahap selanjutnya. Tetapi kalau lapisan epoxynya kurang tebal, maka perlu dilakukan proses Recoating, yaitu proses penambahan lapisan epoxy tanpa melalui proses blasting.

Monday, December 17, 2012

SURVEY BATHYMETRI


Kali ini hanya mengingatkan terhadap mata kuliah hydrografi, terkait dengan pelaksanaan pekerjaan survey bathymetri di Meulaboh Aceh Barat.
Survey Bathymetri dimaksudkan untuk menyajikan data-data yang dihasilkannya selama pelaksanaan di lapangan, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran kondisi pantai, dasar dan kedalaman air dilokasi rencana Proyek Barge Loading Conveyor System.
Survey Bathimetri yang telah dilaksanakan terdiri dari :
-          Pekerjaan persiapan, pengumpulan data dan peta laut yang berhubungan dengan lokasi proyek, Penyiapan program kerja, Persiapan dan pemeriksaan alat, Pelaksanaan Bar Check, Pelaksanaan Survey sounding. Peralatan yang dipergunakan :  Echosounder 1 unit Map Sounder 420 S, Alat Bantu 1 buah perahu sounding, 1 buah palem pasut, 1 buah Tide Gauge, 1 set total Station GTS 235 N, 1 set Water pass Topcon Tunner

Prosedur Survey

1). Survey Bathymetry dilaksanakan dengan   mempergunakan GPS Mapsounder 420 S yaitu   peralatan yang berfungsi untuk mengukur kedalaman air laut. 2). Alat ini dilengkapi dengan Automatic Recorder yang dapat mencatat “Countinous profile” dari dasar laut. 3). Hasil pengukuran langsung dicetak dalam bentuk koordinat X, Y dan Z untuk setiap lajur sounding. 4). Penentuan posisi tiap lajur dilaksanakan dengan cara membuat lajur sounding di program mapsource dengan interval lajur 10 m. 5) Boat sounding dipandu dengan mempergunakan lajur yang telah dibuat, untuk penentuan posisi fix ditentukan dengan jarak 10 m secara otomatis (elektronik). 6). Untuk memudahkan penentuan posisi maka selama pelaksanaan sounding kapal diusahakan tetap mengikuti lajur rencana. 6). pengikatan dilakukan dengan menggunakan Total Station setelah sounding

Secara  singkat urutan pelaksanaan survey sounding adalah sebagai berikut :
-     Memasang patok pengarah sepanjang pantai/areal yang akan di sounding pada setiap jarak 10 m
-     Membuat ikatan antara patok-patok pengarah dari titik  BM referensi  
-     Bar Check sebelum dan sesudah pelaksanaan survey sounding.
-     Pelaksanaan sounding.
-     Positioning dikontrol dengan patok-patok pengarah dan bendera pantai.
-     Fixed ditentukan setiap jarak 10 m.
-     Pengukuran pasang surut untuk koreksi kedudukan air laut pada saat sounding.

Penggambaran hasil pemetaan bathimetri digabungkan dengan topografi pada peta skala 1 :1000  dengan interval kontur 0,5 m. Penyajian hasil dilengkapi :
·                     Koordinat titik Fix
·                     Daftar koordinat titik sounding
·                     Data hidrografi

Hasil calculation & pengukuran disimpulkan dasar laut di daerah lokasi proyek muka Rencana Dermaga  cukup landai untuk sebelah AS rencana kedalaman laut -5 m LWS dengan jarak ± 270 dari pantai, sedangkan sebelah timur dan barat dengan jarak ± 280 m dari pantai. 
Dasar laut Kedalaman -10 m LWS sebelah As Rencana Coveyor berjarak ± 690 m dari BM. CP15.